Kamis, 03 November 2011

how Beautiful my Life,,,,,,,,,

Alhamdulillah, mungkin kata itulah yang tak hentinya aku panjatkan kepadaMu ya Robb, jika aku harus mengingat indahnya hidupku kini. Habis Gelap terbitlah terang, buku karangan Raden Ajeng Kartini inipun sepertinya mampu mewakili perasaanku untuk mengawali kisah hidupku kini.

Masih segar dalam ingatan, kala itu aku serta temen – temen seperjuanganku, mereka adalah Irwin, Rosa, Kun, Mb galuh, resah memikirkan kelangsungan hidup kita selanjutnya, karena ternyata tempat kos kami yang waktu itu kami tempati, menurut ibu kos kami merupakan rumah dalam status sengketa dengan pengadilan, karena rumah itu mantan rumah mantan bupati Jember yang terbukti korupsi, dan meskipun rumah itu telah terbeli LUNAS oleh ibu kosku,namun rumah itu masih di usut oleh pengadilan sebagai aset yang di miliki oleh sang bupati, (entahlah aku tak mau tahu tentang urusan hukum yang makin terasa tak ada keadilan ini ).

Dan yang ada di benak kita waktu itu jika seandainya rumah itu tiba – tiba di sita oleh pihak yang berwajib, maka kemanakah kita akan berpijak? Menggelandangkah??? Sungguh tak mungkin. Pemikiran itu sedikit demi sedikit menyusupi pikiran kami semua sehingga hari – hari kami pun resah karenanya. Doa terus kita panjatkan kepada Alloh untuk meredam keresahan kami yang kian hari makin memuncak, hingga akhirnya kami tersadar bahwa upaya kami mulai membuahkan hasil, yakni Alloh menjawab doa kami, dengan mempertemukan kami dengan sebuah rumah yang bersegel “DIKONTRAKAN”di Jalan Jawa Blok E no 17.

Penemuan rumah itu berawal dari ketika Irwin sedang sholat di Masjid Nurohman, ( sebuah masjid di depan kontrakan kami ), ketika dia sedang mengadukan keresahan akan beban pikiran yang selama ini menggelayuti pikirannya kepada sang Robbi, Alloh menunjukan kemurahanNya, dengan mempertemukan Irwin dengan ibu paruh baya, yang bernama bu Tauhid, beliau menawari Irwin untuk mengajar ngaji di Masjid tersebut. Irwin dengan senag hati menerimanya, dan mereka pun meneruskan obrolannya, dan Irwin pun curhat akan kegalauan hatinya kepada ibu tersebut, dan sebuah solusi yang cukup melegakan yakni ibu Tauhid menawari 4 buah kamar kos – kosan yang masih tak berpenghuni, tentunya jumlah ini sangat kebetulan dengan jumlah kami yang sedang resah terkait masalah kosan yang berstatus sengketa. Irwin langsung menerima tawaran itu, sebelum pulang Irwin juga melihat Rumah di depan rumah bu Tauhid ternyata di kontrakan.

Sepulangnya dari situ Irwin lalu menceritakan kepada kami atas penemuanya itu, kami semua gembira, karena kabar dari Irwin ini bagi kami bagaikan oase di tengah gurun pasir yang mampu menyegarkan keruhnya pikiran kami selama ini. Kami pun segera berdiskusi, dan pilihan kita akhirnya memutuskan untuk mengontrak rumah saja, karena dengan mengontrak rumah, kita bisa melatih kemandirian, kedewasaan, serta tanggung jawab kami masing – masing.

Akhirnya kami semua sepakat untuk mengontrak, setelah negosiasi dengan Pak Rizqon, sang pemilik rumah ini selesai, kami di perbolehkan untuk menempati rumah kontrakan kami, tepat pada hari kamis tanggal 29 september 2011, kami boyongan dari kosan kami yang lama ke kontrakan kami yang baru. Saat itu aku sangat sedih sekali harus meninggalkan ibu kos dan 2 anaknya yaitu dek Icha dan dek Hida yang sudah bagaikan keluarga sendiri bagiku. Namun keputusan ini telah bulat bahwa kami harus hijrah, tidak ada pilihan lain, tapi kami berjanji akan tetap menjaga tali silaturahmi dengan mantan ibu kosku. Kami pindahan bagaikan korban bencana alam yang hendak mengungsi, begitu banyak barang yang harus kami bawa, bahkan kamipun sampai menyewa pick – up untuk mengangkut barang - barang kami.

Kehidupan baru segera di mulai, kami mulai berbenah untuk mengawali kehidupan kami disini, seperti membersihkan, serta menata perabotan agar rumah terlihat rapi, karena kami tak ingin merusak citra rumah kami yang bagus secara fisik, kami sangat menyukai rumah kontrakan kami, secara desain rumah kami sangat nyaman, pencahayaan yang ternag, ventilasi yang lebih dari cukup, serta yang menjadi kebanggaan kami tiga pohon mangga dengan buahnya yang tergantung dengan lebatnya.

Kehidupan kami terasa nyaman disini, dan kesempurnaan itu bertambah ketika kami tak pernah telat untuk sholat berjamaah di Masjid yang karena memang letaknya yang sangat dekat dengan kontrakan kami, ini juga merupakan fitur unggulan yang di miliki oleh kontrakan kami, yang tak henti – hentinya aku banggakan, karena mengingat bahwa pahala sholat berjamaah di masjid lebih utama daripada sholat munfarid ( sendirian ).

Kesempurnaan itu makin terasa lengkap ketika kami memiliki tetangga – tetangga yang sangat baik, perhatian dan suka menolong kami, mereka adalah bu Tauhid, para Takmir Masjid (Mas Didin, Mas Agus, Mas Akbar, Mas Heru, Mas Kamal, dll) yang membuat kami makin betah tinggal disini. Sesuai dengan perjanjian awal dengan bu tauhid ketika pertemuan pertamanya dulu, Irwin akan menepati janjinya untuk mengajar ngaji di TPQ masjid Nurohman, tentu dia tak sendirian, kami selalu membantunya, karena memang kami semua bersedia dan senang bermain dengan anak kecil, sehingga bu Tauhid memperkenalkan kami dengan para Takmir masjid, yang telah mengurusi TPQ selama ini. Proses taaruf di warnai dengan makan bersama di masjid antara kami, para takmir masjid, bu tauhid, Pak Tukiman. Menu sederhana memang, hanya sayur nangka muda, tempe goreng, dan kolak pisang,yang kami masak sendiri, dengan peralatan yang masih pinjem ke mantan ibu kos (jadi inget ketika masak bareng dengan mantan ibu kos, yang juga hobi memasak).

Setelah acara itu kedekatan kami semakin terjalin, seperti dengan Bu Tauhid, kami sering curhat kepada beliau, beliau bagaikan nenek kami disini yang sering memberi kami petuah – petuah bijaknya. Begitu pula dengan mas – mas takmir masjid yang selalu siaga saat kami membutuhkan pertolongan, mulai dari pinjem obeng, memanen mangga, bahkan saat kami tak bisa memasak tabung gas kompor gas kami, kami pun minta tolong mas – mas tersebut untuk membantu kami, namun meskipun kami telah mengadakan sayembara untuk memasangkan regulator tabung gas kami, tak satupun dari mas – mas tadi yang berhasil, yang berhasil justru pak Jaelani, seorang kakek salah satu jamaah di Masjid Nurohman. Terimakasih ya Alloh, kami di kelilingi oleh tetangga – tetangga yang begitu care dan perhatian kepada kami.

Dengan mengontrak inilah kita di tempa untuk bisa bersosialisasi dengan masyarakat, tentunya ilmu ini amatlah penting bagi kami ketika telah berumah tangga kelak. Disini kami juga menerapkan hadist rosululloh untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga, kami mewujudkannya dengan saling berbagi makanan dengan tetangga – tetangga, saat mas – mas takmir masjid memiliki makanan berlebih, mereka memberi kami, begitu pula saat kami masak berlebih, kami pasti memberi mereka, (ckckck,,,so sweeet....).

Disini aku juga punya pengobat rasa stres alami, yakni ketika kami telah mengajar adek – adek TPQ yang lucu – lucu itu stress yang kami alami pun sekan sirna, (pengecualian bagi : Darma in the Genk, yang justru menambahi tingkat kestresan kami dengan “Ndablek”-nya), namun tetep saja kami syukuri keberadaan Darma in the geng, membuat kami makin bersabar dan rajin beristigfar, semuanya ambil sisi positifnya saja. Pengalaman pertama mengajar di TPQ memang kami di buat syok dengan ke-Hiperaktif-an mereka, mereka bermain bola dalam masjid, saling berkejar – kejaran, tentunya kami yang masih belum berpengalaman ini tak kuasa untuk membendung aksi mereka, hingga akhirnya mereka di tertibkan oleh mas – mas takmir masjid yang juga ustadz mereka. Tapi kin aku pun mulai mencintai mereka dengan segala tingkah polahnya.

Ada banyak hal dan pelajaran baru yang ku peroleh disini, membuatku tersadar bahwa ilmuku terkait Islam masih perlu di perbanyak lagi, bahkan ilmu dasar untuk membaca Al – Quran pun masih banyak yang belum aku kuasai, tentunya hal ini juga membuatku minder, karena dengan kemampuanku yang hanya sebatas ini, tapi sudah di panggil “Ustadzah”, sungguh ironis sekali. Hal itu pua yang mengharuskanku untuk mengkaji ilmu – ilmu itu kembali yang seharusnya telah ditanamkan semenjak kecil, namun tak apalah,tak ada kata tua untuk belajar, mau tak mau kami harus mengulangi lagi kembali ke Iqro 1 di bawah bimbingan Ustadz Akbar, yang begitu sabar dalam membimbing kami yang lidahnya telah kaku, karena pola pengajaran tajwid kami yang salah sewaktu kecil.



Hidupku kini terasa berwarna, jadi tida saat kita hanya berkutat dengan kuliah saja, namun kami menghiasinya dengan bermasyarakat, berorganisasi, namun tetep berkomitmen bahwa kuliah yang menjadi prioritas kami.

Terimakasih ya Alloh, atas karuniaMu ini, terimakasih buat mas – mas takmir masjid, yang telah ada saat kami butuhkan, Bu Tauhid dengan nasehat – nasehatnya, serta para tetangga – tetangga yang lainnya, (We Love You All, because Alloh ), semoga Indahnya persaudaraan ini makin manis terasa, dan kita bisa menjadi tetangga yang baik, sehingga kami betah tinggal disini. Amin ya Robbal Alamin..............

Kamis, 25 Agustus 2011

kumpulan sms idul fitrii,,,,

Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap,
Tiada kata, Kecuali “saling maaf” jalin ukhuwah & kasih sayang raih
indahnya kemenangan hakiki, Selamat Hari Raya Iedul Fitri

Selamat Hari …… ,
Marilah Kita saling mengasihi n memaafkan…
Ku tau kau telah banyak berbuat salah Dan dosa kepadaku, sering meminjam
duit n Ga ngembaliin, pake motor Ga pernah isi bensin, tapi tak usah
risau… Ku t`lah memaafkanmu. ..

” Sepuluh jari tersusun rapi.. Bunga melati pengharum hati .. SMS dikirim
pengganti diri… Memohon maaf setulus hati … Mohon Maaf Lahir Dan Batin
.. Met Idul Fitri …

Andai jemari tak smpt berjabat,andai raga tak dpt b’tatap
Seiring beduk yg mgema,sruan takbir yg berkumandang
Kuhaturkan salam menyambut Hari raya idul fitri,jk Ada kata serta khilafku
membekas lara mhn maaf lahir batin.
SELAMAT IDUL FITRI

Mawar berseri dipagi Hari
Pancaran putihnya menyapa nurani
Sms dikirim pengganti diri
SELAMAT IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Sebelum Ramadhan pergi
Sebelum Idul fitri datang
Sebelum operator sibuk
Sebelum sms pending mulu
Sebelum pulsa habis
Dari hati ngucapin MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh,
Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,
Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN.
Mohon Maaf lahir Dan batin

Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap DOA.
Semasa hidup bersimbah khilaf & dosa, berharap dibasuh maaf.
Selamat Idul Fitri

Melati semerbak harum mewangi,
Sebagai penghias di Hari fitri,
SMS ini hadir pengganti diri,
Ulurkan tangan silaturahmi.
Selamat Idul Fitri

Sebelas bulan Kita kejar dunia,
Kita umbar napsu angkara.
Sebulan penuh Kita gelar puasa,
Kita bakar segala dosa.
Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,
Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.
Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,
Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

Andai jemari tak sempat berjabat.
Jika raga tak bisa bersua.
Bila Ada kata membekas luka.
Semoga pintu maaf masih terbuka.
Selamat Idul Fitri

Faith makes all things possible.
Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three.
Happy Iedul Fitri.”

Walopun operator sibuk n’ sms pending terus,
Kami sekeluarga tetap kekeuh mengucapkan
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

Bila kata merangkai dusta..
Bila langkah membekas lara…
Bila hati penuh prasangka…
Dan bila Ada langkah yang menoreh luka.
Mohon bukakan pintu maaf…
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..
Dan Syariat-Nya di alam jiwa..
Di dunia nyata, dalam segala gerak..
Di sepanjang nafas Dan langkah..
Semoga seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini..
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

Waktu mengalir bagaikan air
Ramadhan suci akan berakhir
Tuk salah yg pernah Ada
Tuk khilaf yg sempat terucap
Pintu maaf selalu kuharap
Met Idul Fitri

Walaupun Hati gak sebening XL Dan secerah MENTARI.
Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,
Kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa
Dan Kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya
Yang selalu membuat Kita HOKI dalam mencari kartu AS
Selama Kita hidup karena Kita harus FLEXIbel
Untuk menerima semua pemberianNYA Dan menjalani
MATRIX kehidupan ini…Dan semoga amal Kita tidak ESIA-ESIA…
Mohon Maaf Lahir Bathin.

Satukan tangan,satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi
Di Hari kemenangan Kita padukan
Keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir Batin

MTV bilang kalo MO minta maap g ush nunggu lebaran
Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan
Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl disuruh
Kyai blg org jujur Ga perlu malu utk minta maap
Jd krn Mrs anak nongkrong yg jujur, keren cakep Dan baek
Ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir Dan batin …



The holy and beautiful Syawal will come soon
There is no word proper to welcome it
Except the word of pray and forgiveness
My Majesty if you forgive all my fault
And hope your worship accepted by Allah
The God of Merciful and the Beneficent

==================================================
Bryan Adams said “Please Forgive Me……”
Rio Febrian said “Ooo…. Maaf, maafkan diriku….”
Ruben Studdard said “Well this is my sorry for 2004…”
Yuni Shara said “Mengapa tiada maaf bagiku…”
Elton John said “Sorry seems to be the hardest word…”
Mpok Minah said “Maaf.. bukannya saya ngak ngerti.. bukannya saya
nggak sopan..”
I said “Minal Aidin wal faizin..”

=====================================
teruntuk semua nya
diri ini hanyalah manusia biasa
yang tak luput dari segala khilaf dan dosa
serta prasangka
di penghujung bulan yang penuh berkah ini
saya selaku pembuat onar serta kesalahan
memohon maaf atas segala perilaku, ucapan, tingkah laku serta prasangka baiik yang disengaja maupun ngga
semoga amal ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini diterima oleh Nya dan semoga kita kembali di pertemukan dengan bulan yang penuh berkah ini.
===================================
11 bln banyak kata sudah di ucapkan
dan dilontarkan tak semua menyejukan
11 bln banyak prilaku yang sudah dibuat
dan diciptakan tak semua menyenangkan
11 bln banyak keluhan, kebencian, kebohongan
menjadi bagian dari diri
Mari kita memaafkan, mohon maaf lahir dan batin
========================================
jika jemari tak mampu berjabat,,
saat batin kotor ini rindu, akan k’ikhlasan maaf..
hanya lewat pesan ini,
jemariku b’silaturahmi,,
Minalaidzinwalfaidzin
Mohon maaf lahir batin..
==========================
K4sih, jG4nL4h KaMu B3rJalAn di DeP4nKu, K4rNa aKu T4K KuaSa iKuTi L4nGkaHmU..
J4nGan PuL4 KaMu BeRJaL4n di BeL4KanGkU, ‘kU TaK PaNtaS MeNjadI PaNuTan-Mu,
TaPi…. MaRiLaH KiTa BeRJaLaN BeRiRiNgaN, BerGandEnGan TanGaN-MenYoNgSonG HarI EsUk PeNuH KaSih dAn RidHo ILLaHi….

================================================
Walaupun Hati gak sebening XL dan secerah MENTARI. Banyak khilaf yang buat
FREN kecewa, kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa dan kita
semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya yang selalu membuat kita HOKI
dalam mencari kartu AS selama kita hidup karena kita harus FLEXIbel untuk
menerima semua pemberianNYA dan menjalani MATRIX kehidupan ini…dan semoga
amal kita tidak ESIA-ESIA.. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Rabu, 17 Agustus 2011

my childhood,,,

ini dia sejarah ku,,,
masa - masa kecilku yang lucu,,,
secara fisik,,masa kecilku tak jauh beda dengan yang sekarang,,masih saja gembul dan menggemaskan,item, gampang marah,,dan kalo marah sampe bergulung - gulung di lantai ( wkwkwk,, memalukan,,,) but,,its me,,,,( tapi seiring berjalannya waktu,,aq buang sifat2 ke kanak2an itu,,aq sudah tak suka marahan lagi,,,hehehe alhamdulillah,,,)

masa kecilku,,amatlah berwarna,,,aq di kelilingi orang2 yang sayang ma aku,,,
masa2 saat bermain tanpa batas,,( hohohoh0..jadi pengen kecil lagiiii )

( nih liad,,,hmmm btapa aku sangat gembul,,,, ini potoku ma mbak merlin,,dia seusiaku juga,,,tpi liat badannya,,jauh,,,,,hehehehe,,,,)



( ini saat aku masih umur 1 tahun,,,beda banget ma yang sekarang,,,,ckckckc)


( ini aku yang di gendong,,,a ma nenek - nenekku nih,,,dan yang gembul di tengah itu mbak uut,,,wah ternyata mbak uut gembul juga sewaktu kecilnyaaaaa)


(ini dia tiga diva,,dari generasi yang berbeda,,,ada mbah tin ( nenekku )dan yang satunya lagi mbah buyut ku,,,,,( hmm,,semua tinggal memory,,,)

( wkwkwkw,,,ngapain tuh,,,,,kayaknya ini aku ge nesu deh,,,hehheheh,,, bergulung - gulung,,,mode on)...........



( semua tinggal kenangan yang tak pernah bakal terulang lagi,semuanya irreversibel,,,dan buat nenekku yang sudah meninggalkan dunia yang fana ini,,semoga tenang disana dan maafkan nina yang sudah merepotkan selama ini,,, terimakasih telah ada buat nina ,,,,,,,,,,,, )

Minggu, 14 Agustus 2011

GET OUT OF THE BOX part 2

The second Day>>> Sabtu 30 Juli 2011
Hari ini adalah hari kedua pelaksanaan dari acara Road To campus “ Get out of The Box” presented by Djarum Foundation, hari ini terasa lebih istimewa karena peserta bisa interaksi langsung dengan artis ibu kota “ Desta Club Eighties” dan juga enterpreuner muda pemilik distro “ Bloop- endorse” Jakarta.
Acara di mulai seperti biasanya jam 8.30 acara sudah mulai, sesi pertama yaitu sesi tanya jawab dengan pemateri hari pertama yaitu Haryo Ardito, sesi kedua, diisi oleh tamu2 dari jakarta tersebut di sertai dengan sesi tanya jawab, peserta begitu antusias mengikuti seluruh rangkaian materi, hal ini dapat di buktikan dengan banyak pertanyaan yang masuk dari peserta.
Desta juga begitu atraktif dalam acara ini, ternyata desta sangat good looking orangnya,, lebih tampan dari pada yang di TV, dan yang pasti gaya banyolan yang segar selalu mewarnai setiap pembawaan dirinya,,,jadi adanya acara sharing bareng desta ini lumayan menghibur peserta.
Setelah itu sesi istirahat dengan menyantap makan siang yang telah disediakan panitia dan juga sholat dhuhur untuk me- refresh mood peserta yang telah seharian mengikuti acara indoor, lumayan bikin bosan juga meski telah di hibur dengan dagelan – dagelan segar dari desta,,ISHOMA telah berlalu kini acaranya adalah adu kreativitas lagi antar kelompok,,,aku dan kelompok sapu jagadku telah siap untuk mengikuti tantangan dari panitia, kami di suruh membuat hal unik dari kertas koran, waktu itu yang terlintas dalam benak kami adalah membuat baju dengan model dan kami beri nama gaun : “ miss get out the box” karena memang di luar kebiasaan gaunnya, sedang klompok lainnya juga tak mau kalah membuat produk – produk yang kreatif dan inovatif, dan kini saatnya persentasi, saat – saat yang mendebarkan karena semua peserta akan menampilkan karya dari kelompoknya dan kan langsung di komentari oleh desta, setelah semuanya unjuk aksi atas kreativitasnya, dan kini saatnya pengumuman pemenang lomba kreativitas bikin program untuk masyarakat dan pemenang lomba memanfaatkan kertas koran,,,,dan yang mengejutkan kelompok adalah S.A.P.U JAGAD kelompokku menjadi pemenang dari lomba program kreatifitas untuk masyarakat,,,(,wah jadi inget saat si Josh dan Salim dari kelompok kami yang mempersentasikan hasil rembukan dari kelompok kami dengan gaya khas mereka yang kocak,,thx sob!!), benar – benar gag nyangka “Preman Hutan” kami menang,,,,,,,,,,,,
gO SAPU JAGAD...... Go Fight n WiN,,,,,,,,,,,,,,,,,,

wah,,akhirnya acara 2 hari ini berakhir,,,tpi tentunya memberikan kesan lebih buat para peserta,, terutama buatku yang setelah mengikuti acara ini, jadi pengen menjadi seorang BESWAN,,,amien,,,ya Alloh smoga tahun depan bisa menjadi kenyataan,,,,amien,,,nothing is impossible semua tergantung niat dan usahanya,,,
so,,go Fighting,,,,go moVing,,,,,,,go Fight n Win BESWAN DJARUM next year,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

( poto narsisku bareng IRWIN ma WIMA )


( gila - gilaan bareng mas Gentong,,,spesies terlangka di RTC )



( ini dia,,,ekspresinya the WINNER,,,,,,)


( SAPU JAGAD in ACTION,,,,,,hoooreeeeeeee horeeeeeeeeee )
,






Bonus Ramadhan,,,,,WOW!!!



Oleh: Prof Dr KH Achmad Satori Ismail

Watak manusia memang mencintai materi (QS Ali Imran: 14). Walaupun kesenangan materi adalah palsu dan menipu (QS Ali Imran: 185, al-Hadid: 20)). Dan, jika dia tenggelam dalam kemateriannya maka posisinya bisa lebih rendah dari binatang. (QS al A’raf 179).

Memang, manusia harus seimbang antara materi dan rohani. Namun, orang yang bisa melepaskan diri dari kekuasaan kemateriannya, akan naik ke derajat malaikat. Saat orang berpuasa, berusaha untuk meninggalkan kemateriannya dan menuju alam malakut. Sehingga, Allah menyanjungnya dalam hadis Qudsi yang artinya: “Setiap amalan anak cucu Adam adalah baginya kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku dan Aku akan langsung membalasnya. Puasa adalah perisai, jika salah seorang berpuasa jangan berkata kotor dan jangan bertengkar. Bila dihina seorang atau diajak duel, hendaknya menjawab: aku sedang puasa …” (HR Bukhari, Muslim, an-Nasa’i, dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).

Itulah bonus bagi orang yang puasa Ramadhan. Agar manusia yang materialis ini bisa tawazun (seimbang), Allah memberi motivasi dengan berbagai cara. Sebagai makhluk ekonom, ia tertarik dengan segala bentuk transaksi yang menguntungkan. Untuk itu, Alquran banyak menggunakan istilah ekonomi, seperti istilah transaksi (as-Shaf: 10), rugi dan timbangan (ar-Rahman: 9), dan lainnya.

Supaya umat Islam di bulan Ramadhan mencapai puncak dalam ibadah maka Allah menyediakan beragam bonus. Rasulullah SAW bersabda, “Umatku diberi lima keistimewaan pada bulan Ramadhan yang tidak diberikan kepada umat sebelum mereka: Bau mulutnya orang-orang puasa lebih wangi di sisi Allah dibandingkan bau minyak kasturi, setiap hari malaikat memintakan ampunan bagi mereka saat berpuasa sampai berbuka, Allah menghiasi surga untuk mereka kemudian berfirman, “Hamba-hamba-Ku yang saleh tengah melepaskan beban dan kesulitan maka berhiaslah, setan-setan dibelenggu sehingga tidak bisa menggoda dan orang-orang puasa diampuni dosa-dosa mereka pada malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR Ahmad, al-Bazzar, al-Baihaqi).

Selain itu, pada malam pertama Ramadhan setan dibelenggu, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan penyeru dari langi memanggil, “Wahai pencari kebaikan, songsonglah dan wahai pencari kejahatan berhentilah! Dan, Allah membebaskan banyak manusia dari neraka setiap malam Ramadhan.”

Orang yang berpuasa diberi keistimewan dengan dua kebahagiaan, yakni kebahagiaan saat berbuka dan saat bertemu dengan Allah di surga. Di surga ada pintu yang disiapkan untuk orang puasa, yaitu pintu ar-rayyan. Bila para shoimin di dunia telah masuk, semua pintu ditutup dan tidak ada yang masuk lagi selain mereka.

Lebih dari itu, di bulan suci ini, Allah menyediakan satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Barang siapa yang tidak mendapat kebaikan malam itu sungguh dia termasuk orang celaka. Demikian besar bonus yang disediakan Allah pada setiap Ramadhan. Tidak cukupkah bagi kita untuk bermujahadah dalam beribadah demi menyongsong keutamaannya? Boleh jadi di antara kita, ada yang tidak bertemu kembali dengan bonus-bonus Ramadhan.

.

3 Hikmah penting dalam mengarungi bulan Ramadhan




Ramadhan sering datang dengan tiba-tiba, dan berlalu begitu cepat tanpa terasa. Ia adalah momentum termahal yang pernah kita punya untuk mendulang pahala …

Ramadhan yang dirindukan telah menjelang. Setiap kita mempunyai beragam cara untuk menyambutnya. Musim kebaikan tahunan ini memang tak layak untuk dilewatkan begitu saja. Bahkan Rasulullah SAW sejak awal mengadakan briefing penyambutan Ramadhan di tengah-tengah para sahabat. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda : “ Sungguh telah datang padamu sebuah bulan yang penuh berkah dimana diwajibkan atasmu puasa di dalamnya, (bulan) dibukanya pintu-pintu surga, dan ditutupnya pintu-pintu neraka jahannam, dan dibelenggunya syaitan-syaitan, Di dalamnya ada sebuah malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Barang siapa diharamkan dari kebaikannya, maka telah diharamkan (seluruhnya) “(HR Ahmad, Nasa’i dan Baihaqi)

Ramadhan sering datang dengan tiba-tiba, dan berlalu begitu cepat tanpa terasa. Ia adalah momentum termahal yang pernah kita punya untuk mendulang pahala. Ini mirip bulan promosi dan besar-besaran yang ditawarkan di pusat-pusat perbelanjaan. Kebaikan nilai pahalanya menjadi berlipat-lipat, semua orang berburu memborongnya. Saya sering mengibaratkan Romadhon itu : Bagaikan kita mendapat ‘hadiah’ di sebuah pusat perbelanjaan. Kita diberi kesempatan untuk mengambil semua barang belanja di dalamnya, namun hanya dalam waktu beberapa saat saja ! Allah SWT menggambarkannya dalam Al-Qur’an : ” (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu” ( QS Al-Baqarah 184)

Semua kita, jika diberi kesempatan ‘gratisan’ semacam itu, pasti segera meloncat lalu berlari menuju rak-rak belanjaan untuk segera mengambil barang-barang, dari yang termahal hingga termurah. Nyaris tanpa henti hingga waktunya selesai. Lelah berkeringat bukan masalah. Apa yang dalam pikiran kita adalah ini kesempatan berharga.. Sekali lengah atau berhenti bisa berarti kerugian yang tak terbayangkan. Apa makna dari gambaran di atas ? Satu arti yang harus kita pahami dan kita catat dengan baik adalah ; bahwa Ramadhan memang benar-benar berbeda. Perlu interaksi, konsentrasi dan energi yang berbeda pula dalam menyikapinya. Jangan sekali-sekali menyamakan Ramadhan dengan sebelas bulan yang lainnya. Berbeda dan sungguh berbeda, bahkan mulai dari cara kita menyambutnya. Yang menyamakan siap-siap saja gulung tikar di hari-hari pertama.

Salah satu cara kita menyambutnya adalah dengan memahami Hikmah Ramadhan. Kita bisa sesibuk apapun dalam bulan Ramadhan, tapi tanpa menyelami hikmahnya, barangkali yang tersisa saat Syawal menjelang hanyalah kelelahan fisik yang tak terkira. Saat musim mudik usai, mungkin hanya suara parau sisa kebut-kebutan tilawah yang bersisa. Namun sebaliknya, dengan mengetahui sejuta hikmah dalam Ramadhan, maka kita akan menikmati amal-amal ibadah dalam Ramadhan dengan penuh penghayatan dan kekhusyukan. Kita menjalani paket ibadah Ramadhan lengkap dengan lebih ringan karena memahami manfaatnya buat kita. Dan lebih hebat lagi, setelah Ramadhan usai pun kita masih bisa merasakan hikmahnya dalam menjalani hari-hari selanjutnya.

Mari sejenak mengambil ibarat : seorang yang minum obat-obatan dan seorang yang minum madu atau multivitamin. Yang minum obat-obatan, biasanya sekedar ‘menggugurkan’ kewajiban agar terbebas dari rasa sakitnya. Ia sendiri tak pernah paham khasiat apa yang terkandung dalam obat tersebut. Yang jelas dokter mewajibkannya meminum obat tersebut secara rutin tiga kali sehari. Maka ia meminumnya dengan setengah hati dan terbebani. Lain lagi dengan seorang yang minum madu atau multivitamin yang sejenis. Ia tahu persis khasiat yang terkandung di dalamnya, sebagaimana ia juga meyakini manfaat besar yang akan ia dapatkan ketika meminumnya. Maka ia meminumnya dengan begitu ringan dan bersemangat. Contoh kedua inilah yang ingin kita praktekkan dalam hari-hari Ramadhan kita. Kita memahami hikmah dan ‘khasiat’ ramadhan bagi diri kita, lalu menikmati dan menjalani semua amal dan aktifitas di dalamnya dengan penuh semangat, gairah dan vitalitas !! ( ups .. mirip iklan jadinya).

Saya meyakini ada sejuta hikmah dalam Ramadhan yang mulia ini. Mari kita intip tiga di antaranya sebagai penyemangat awal sekaligus oleh-oleh Ramadhan saat telah usai nanti :

Pertama : Ramadhan sebagai Training Keikhlasan
Puasa adalah ibadah yang melatih keikhlasan. Maka puasa Ramadhan selama sebulan adalah training keikhlasan yang sangat efektif. Sejak awal Rasulullah SAW menjelaskan betapa ibadah puasa benar-benar jalur langsung antara seorang dengan Tuhannya. Puasa menjadi ibadah yang begitu mulia karena langsung dinilai oleh Allah sang Maha Mulia. Beliau meriwayatkan firman Allah SWT dalam sebuah hadits Qudsi : “ Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali Puasa, sesungguhnya (puasa) itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya “ ( HR Ahmad dan Muslim).

Ibadah Puasa melatih kita untuk ikhlas dalam arti yang paling sederhana, yaitu : beramal hanya karena Allah SWT, mengharap pahala dan keridhoan-Nya. Betapa tidak ? Hampir semua ibadah bisa dideteksi dengan mudah oleh semua manusia, kecuali puasa. Orang menjalankan sholat dan zakat bisa dengan mudah terlihat dengan mata telanjang. Apalagi ibadah haji, rasa-rasanya satu kampung pun bisa mengetahui kalau salah satu kita menunaikan ibadah haji. Berbeda dengan puasa, yang hampir-hampir tidak bisa diketahui oleh orang lain karena kita ‘sekedar’ menahan tidak makan minum dan berhubungan badan.

Artinya, dalam puasa kita dipaksa untuk ‘ikhlas’ menjalani itu semua hanya karena Allah SWT. Sekiranya bukan karena ikhlas, akan sangat mudah bagi seseorang untuk mengelabui keluarga atau teman-temannya. Ia bisa ikut sahur dan juga berbuka bersama keluarga, tapi di siang hari mungkin saja menyantap lahan makanan di warung langganannya. Kita semua juga bisa berakting puasa dengan mudah, tapi lihatlah : tidak pernah terbersit dalam hati kita untuk menjalani puasa dengan modus semacam itu. Subhanallah, inilah training keikhlasan terbaik yang pernah kita dapati. Sebulan penuh merasa di awasi dan beramal hanya karena Allah SWT. Mari kita sedikit berangan, seandainya kaum muslimin di Indonesia bisa mengambil sedikit saja oleh-oleh keikhlasan samacam ini untuk bulan-bulan selanjutnya, bisa kita bayangkan angka kejahatan, korupsi dan sebagainya insya Allah akan menurun drastis. Karena mereka semua merasa di awasi oleh Allah SWT, lalu menjalankan ketaatan dengan ikhlas sebagaimana meninggalkan kemaksiatan juga dengan ikhlas.

Kedua : Ramadhan untuk Training Keistiqomahan
Momentum Ramadhan yang penuh dengan berbagai amalan –dari pagi hingga malam hari- mau tidak mau, suka tidak suka, akan membuat seorang berlatih untuk istiqomah dalam hari-hari selanjutnya. Kita semua benar-benar menjadi orang yang sibuk dalam bulan Ramadhan. Bangun di awal hari untuk sholat malam dan sahur, kemudian siang hari yang dihiasi tilawah dan dakwah, belum lagi malam hari yang bercahayakan tarawih dan tadaruh. Semua kita lakukan dalam tempo sebulan penuh terus menerus. Sebuah kebiasaan tahunan yang nyaris tidak kita percaya bahwa kita bisa menjalaninya. Semangat beribadah kita benar-benar dipacu saat memulai Ramadhan. Bahkan Rasulullah SAW memberikan panduan agar melipatgandakan semangat saat akan melepas bulan mulia tersebut. Dari Aisyah ra, ia berkata : adalah Nabi SAW ketika masuk sepuluh hari yang terakhir (Romadhon), menghidupkan malam, membangunkan istrinya, dan mengikat sarungnya (HR Bukhori dan Muslim)

Bila training keistiqomahan ini kita resapi dengan baik, maka kita akan terbiasa beramal secara terus menerus dan berkelanjutan dalam bulan yang lain. Segala halangan dan rintangan akan teratasi dengan sempurna karena semangat istiqomah yang telah tertempa dalam dada kita. Pada bulan berikutnya, saat lelah melanda, ada baiknya kita mengingat kembali semangat kita yang menyala-nyala dalam bulan Ramadhan. Untuk kemudian bangkit dan melanjutkan amal dengan penuh semangat !

Ketiga : Ramadhan sebagai Training Ihsan
Syariat kita mengajarkan untuk optimal atau ihsan dalam setiap ibadah. Tak terkecuali dengan ibadah puasa Ramadhan. Setiap kita diminta untuk meniti hari-hari puasa dengan penuh ketelitian. Menjaganya dari segala onak yang justru akan memporakporandakan pahala puasa kita. Rasulullah SAW telah mengingatkan : ” Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang sholat malam, tapi tidak mendapatkan dari sholatnya kecuali hanya begadang ” (HR Ibnu Majah)
Ini artinya, hari-hari puasa kita haruslah penuh kehati-hatian. Menjaga lisan, pandangan dan anggota badan lainnya dari kemaksiatan. Sungguh berat, tapi tiga puluh hari latihan seharusnya akan membuat kita melangkah lebih ringan dalam hal ihsan pada bulan-bulan selanjutnya. Bahkan semestinya, perilaku ihsan ini memang menjadi branding kaum muslimin dalam setiap amalnya.

Terakhir, banyak hikmah lain yang terserak sedemikian rupa dalam titian tiga puluh hari yang mulia ini. Tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali mengais hikmah-hikmah tersebut dari hari ke hari Ramadhan kita, untuk kemudian menjadikannya sebagai simpanan dalam menyambut bulan-bulan berikutnya. Mari memulai dari keinginan tulus dalam hati untuk mensukseskan Ramadhan tahun ini. Lalu diikuti dengan kesungguhan dalam mengisinya bahkan hingga saat hilal Syawal menjelang. Agar kegembiraan yang dijanjikan bisa kita dapatkan. Rasulullah SAW bersabda : ” Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbuka ( buka puasa dan juga saat Idul Fitri) dan kegembiraan saat bertemu Tuhan mereka ” ( Hadits Bukhori & Muslim ). Wallahu a’lam bisshowab.